Rabu, 31 Maret 2010

Analisis Potter

SCM (Supply Chain Management) adalah seperangkat pendekatan untuk mengefisienkan integrasi supplierv, manufaktur, dan penyimpanan, sehingga barang diproduksi dan didistribusikan dalam jumlah yang tepat, lokasi yang tepat, waktu yang tepat, untuk meminimasi biaya dan memberikan kepuasan layanan terhadap konsumen (simchi-levi ). Aktivitas SCM pada PT. Blue Bird, Tbk dimulai dari dimulai dari penyiapan armada untuk mengoptimalkan kegiatan operasional perusahaan karena blue bird sendiri bergerak dalam bidang transportasi sampai kepada konsumen maupun pelanggan yang ada.

Tekanan yang dihadapi PT Blue bird sendiri adalah begitu banyaknya perusahaan sejenis dari dalam maupun luar, tetapi PT bluebird sendiri adalah merupakan perusahaan transportasi yang sudah cukup terkenal dan terpecaya di Indonesia jadi masih merupakan pilihan utama para masyarakat, dan juga menguntungkan negara Indonesia sendiri. Diantara perusahaan-perusahan yang bergerak sejenis diantaranya adalah perusahaan taksi gamya, express, putra ,dan masih banyak lagi perusahaan yang lain.



Sabtu, 13 Maret 2010

Analisis Swot Blue Bird

Peluang dan Ancaman

Blue Bird Group

blue bird group perusahaan jasa transportasi yang sudah terkenal indonesia dan sudah terpecaya oleh para konsumen, maupun akhir-akhir ini sudah banyak dari saingan perusahaan ini. Bluebird sendiri sudah melakukan berbagai upaya agar perusahaannya tetap menjadi pilihan oleh para konsumen di indonesia.

Peluang bluebird sendiri sangat lebar di indonesia karena para konsumen sudah percaya dengan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan, oleh karena itu perusahaan sangat terkenal di indonesia.

Adapun ancaman dari pihak luar yang sangat meresahkan perusahaan seperti adanya penipuan yang mengatasnamakan perusahaan dan pemalsuan mobil yang mengatasnamakan perusahaan bluebird, dan juga ancaman perusahaan berasal dari perusahaan yang serupa seperti perusahaan taksi gamya,family taksi, dll

Minggu, 28 Februari 2010

Analisis kelemahan dan kelebihan dari perusahaan Bluebird

Kelemahan dari Bluebird :
  • Kurang promosi dan diskon
  • Kurang Inovasi lagi karena sudah banyak pesaingnya.

Kelebihan :
  • Sudah terkenal kenyamanan dan keamanannya
  • Peleyanannya baik
  • Karyawannya Ramah dan bersahaja.

Rabu, 24 Februari 2010

Akhir-akhir ini hujan bikin Banjir.....



Banjir sudah menjadi langganan bagi warga Ibukota Jakarta,,
maupun sudah banyak cara untuk menanggulanginya tapi tetap saja Banjir itu Datang Lagi, dari pembuatan banjir kanal barat dan timur sampai membersihkan kali yang ada di jakarta tetap saja banjir datang lagi,,
Ada apa dengan Jakarta yang selalu kebagian banjir ya???
ya mungkin harus dibanyakin daerah resapan dan kita sebagai warga jakarta jangan buang sampah sembarangan ke kali.Bila sudah banjir bukan warga saja yang repot tapi pemerintah juga repot mengurus para korban dan warga lain yang secara tidak langsung mendapatkan dampaki dari Banjir.
Banjir mengakibatkan banyak faktor negatif dan faktor positif . Faktor negatifnya seperti : lumpuhnya perekonomian, sarana vital & infrastructure ( jalan tol , jalan protokol) , publict transportation ( kereta api, bis, pesawat udara ) , kantor-kantor , pertokoan pun mendapatkan imbas dari banjir. Sedangkan faktor postitif yang ditimbulkan oleh banjir adalah nama Indonesia terutama Jakarta makin ngetop sebagai ibukota negara yang terkena banjir...

Tindakan Untuk Mengurangi Dampak Banjir

  • Penataan daerah aliran sungai secara terpadu dan sesuai fungsi lahan.
  • Pembangunan sistem pemantauan dan peringatan dini pada bagian sungai yang sering menimbulkan banjir.
  • Tidak membangun rumah dan pemukiman di bantaran sungai serta daerah banjir.
  • Tidak membuang sampah ke dalam sungai. Mengadakan Program Pengerukan sungai.
  • Pemasangan pompa untuk daerah yang lebih rendah dari permukaan laut.
  • Program penghijauan daerah hulu sungai harus selalu dilaksanakan serta mengurangi aktifitas di bagian sungai rawan banjir.

Tapi walaupun beGitu Gue tetep cinta Ibukota Jakarta...Karena Gue Anak Jakarta.....

Jumat, 19 Februari 2010

Visi dan Misi Blue Bird Group

Visi : Menjadi perusahaan jasa transportasi yang berkualitas dan berkelanjutan yang memberikan jaminan kemakmuran secara terus menerus untuk semua stakeholder yang ada.

Misi : Mecapai kepuasan pelanggan dan membangun serta mempertahankan posisi pertama sebagai pimpinan pasar dalam setiap kategori yang digeluti. Kami adalah perusahaan jasa yang bisa diandalkan, berkualitas tinggi dan pelayanan-pelayanan unggul dengan penggunaan sumber-sumber secara tepat guna dan kami bekerja sebagai sebuah tim.

2.visi Perusahaan Blue bird sudah termasuk strategik pemasaran karena mudah dipahami oleh masyarakat dan masyarakat mudah untuk menghubungi perusahaan.

3.Perusahaan mampu mencapai Visi karena masyarakat sudah banyak yang menggunakan jasa dari perusahaan blue bird.

4.Visi,Misi Dan Tujuan Hidup Saya..
Visi : Menjauhi Larangan dan mengikuti Perintah Tuhan YME agar hidup menjadi Indah.

Misi :- Membahagiakan Orang Tua dan Keluarga
- Lulus Tepat waktu dan kerja ditempat yang baik

Tujuan Hidup :Syukuri apa yang Ada,Hidup adalah Anugerah,
tetap jalani Hidup ini melakukan yang terbaik..

Sabtu, 07 November 2009

Pengertian Etika

Pengertian Etika
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia etika adalah:
• Ilmu tentang apa yang baik dan yang
buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
• Kumpulan asas/nilai yang berkenaan
dengan akhlak
• Nilai mengenai yang benar dan salah yang
dianut masyarakat.

Etika & Moral
Secara etimologi, etika dapat disamakan dengan
Moral. Moral berasal dari bahasa latin “mos”
yang berarti adat kebiasaan. Moral lebih
kepada rasa dan karsa manusia dalam
melakukan segala hal di kehidupannya. Jadi
Moral lebih kepada dorongan untuk mentaati
etika.

Faktor yang mempengaruhi pelanggaran Etika:
• Perilaku dan kebiasaan individu
Kebiasaan yang terakumulasi tak dikoreksi
• Lingkungan tidak etis
Pengaruh dari komunitas
• Perilaku orang yang ditiru
Efek primordialisme yang kebablasan

Macam-macam Etika
Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki
tentang tanggapan kesusilaan atau etis, yaitu sama
halnya dengan berbicara moral (mores). Manusia disebut
etis, ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu
memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas
keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak
yang lainnya, antara rohani dengan jasmaninya, dan
antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan
penciptanya. Termasuk di dalamnya membahas nilai¬-nilai
atau norma-norma yang dikaitkan dengan etika, terdapat
dua macam etika (Keraf: 1991: 23), sebagai berikut:

Etika Deskriptif
Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Da-pat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertin¬dak secara etis.

Etika Normatif
Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang da¬pat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan meng¬hindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.
Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi, yaitu sebagai berikut:
• Jenis pertama, etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia.
• Jenis kedua, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehi¬dupan bersama. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma, karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat, akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik.
• Jenis ketiga, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif, dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta, cukup informasi, menganjurkan dan merefleksikan. Definisi etika ini lebih bersifat informatif, direktif dan reflektif.